Download this Blogger Template by Clicking Here!

Ad 468 X 60

Monday, October 28, 2013

Take and Give

Hidup adalah sistem terbuka. Ada input, ada proses, dan ada output.

Ada kalanya kau mendapat input, menerima dari mereka yang sama-sama hidup, lalu kau proses. Ada kalanya kau memberi output, dari proses yang kau jalankan, memberikan sesuatu kepada hidup-hidup lainnya.

Ketika kau terus menerima, ada saatnya input yang kau terima tidak mampu kau proses. Kau akan kehilangan dirimu di dalam benaman input itu.

Ketika kau terus memberi, ada kalanya mesinmu kehabisan bahan untuk diproses. Kau akan merusak dirimu sendiri untuk memberikan output itu.

Dan itulah hidup. We take and we give. Proportional in everything, purposeful in every deeds.

Take and give. As simple as that.
Read More »

Wednesday, October 2, 2013

Jalan, pilihan, dan jejak

Setiap manusia berdiri di atas jalan. Satu arah, tidak ada tempat kembali. Jalan itu berakar, akarnya jauh membisu nalar insan jelata. Setiap cabang terpisah dua-dua, dan sang insan pasti memilih satu di antaranya. Meninggalkan jejak. Meninggalkan tempat di mana dia takkan bisa kembali.

Mereka hanya bisa menatap sisa-sisa jejak yang mereka tinggalkan, baik dengan tawa, haru, gembira, maupun tangis. Dan jejak yang ia tinggalkan sampai detik ini, itulah yang membentuk jasad yang ia kenal kini.

Selalu ada persimpangan, dan selalu ada dua cabang. Memilih tak pernah mudah, padahal hakikatnya hanya cahaya atau kegelapan.

And by Nafs, and Him Who perfected him in proportion;
 
Then He showed him what is wrong for him and what is right for him;
 
Indeed he succeeds who purifies his ownself (in the path of Tawheed).
 
And indeed he fails who corrupts his ownself (in the path of Shirk).
 
(Ash-Shams: 7-10)

Jatinangor, Wisma bilik 18
@uchin4X_
Semoga Allah mengampuni lautan dosanya
Read More »

Friday, June 28, 2013

Puisinya Begini Aja

Aku ingin bikin puisi tapi bingung bikin puisi apa
Hal itu terjadi ketika sedang tak jelas bagaimana
Menatap dunia dari yang kecil sampai besar sepertinya
Berusaha menangkap makna tapi ia masih terlalu agung bertahta
Menyusun scenario tapi kok gak jelas juntrungannya
Mengutak-atik diksi tapi kok tak pernah apik rasanya
Mencoba membuat irama tapi ah sudah malas mengarangnya

Kata-kata menang sering bergoyang
Lalu sekarang aku malah berpikir
Untuk apalah kita berpuisi?

Katanya seni tapi ini seni sering membingungkan
Lalu aku berpikir bukankah semua seni membingungkan
Dan memang bukan untuk terlalu dipikirkan...
Bermain kata ini memang sangat riskan
Seakan-akan ia teratur tapi berantakan
Atau teratur karena berantakan
Atau berantakan padahal maunya teratur
Bisa saja ia menggugat yang berantakan
Atau bisa jadi ia sendiri yang memberantakkan
Iya 'kan?

Sekian.


@uchin4X_ | 28/6/2013
Read More »

Sunday, April 28, 2013

Terlupakan

Letih sudah tungkai ini
Menjejak langkahnya di muka bumi
Bermasa-masa mengejar mimpi
Mencari makna cinta sejati

Terbilang tidak yang kujajaki
Dalam mencari jalan yang kumimpi
Di atas yang gembur maupun terpadati
Menuju ia yang ku ingin kembali

Hanya ketika ragaku tersungkur
Aku sadar tiada yang kutuju
Tiada sesuatupun yang kutempuh jalan untuknya
Melainkan khayal yang berjanji

Semata dusta berhias permata
Yang bergurau dengan tipuan cinta
Yang dengannya aku terpana
Yang dengannya aku terlupa

Dan di detik ini, di tanah ragaku terbaring
Tiada mampu aku melihat lagi
Aku yang dulu lupa makna yang sejati
Kini, masaku terganti, dan aku dilupakan.
Read More »

Thursday, April 4, 2013

Bekal

Ketika malam mulai renta
Dan rembulan pun jemu bertahta
Bisikan dia, dari bilik kecilnya
Mengoyak tabir, tabir kegelapan
Mendobrak tembok, tembok kesunyian

Hanya bisikan-bisikan bersahaja
Semisal yang dituturkan oleh sang kekasih
Dia, angkuhnya sirna terhapus cintanya
Ia, yang dahinya rindu beradu ke bumi
Ia, yang pipinya rindu air mata hati
Dan ia, yang hatinya rindu makna hakiki

Kini tersungkur, ia sendiri
Menghinakan diri di hadapan Yang Maha Tinggi

Dan tak lama lagi, kala fajar membahana
Ia 'kan berdiri, menantang dunia
Read More »

Monday, December 10, 2012

Asy-Syifaa’ dan FK Unpad #SCORE


Kenapa Asy-Syifaa’ harus ada di FK Unpad? Apa sebenarnya yang bisa FK Unpad harapkan dari hadirnya Asy-Syifaa’ di kemahasiswaannya?

Salah satu dokter senior di FK Unpad pernah bercerita pada seorang kakakku di Asy-Syifaa’. Dia bercerita mengenai FK Unpad pada zamannya, ketika kegiatan Asy-Syifaa’ belum semenonjol sekarang. Ketika itu belum ada yang namanya mentoring, belum ada propaganda nilai-nilai keislaman secara massif, dan belum ada sistem organisasi yang baik. Dia berkata, “Zaman saya dulu, anak FK itu identik dengan tiga hal: Buku, pesta, dan cinta.” Sesaat saya tertegun. Betapa sempit sekali kehidupan anak-anak kedokteran dulu. Tidak ada yang mewarnai nilai-nilai luhur keislaman di sana.

Berangkat dari situlah, para pendahulu saya menggagas tujuan besar Asy-Syifaa’, yaitu mencetak pribadi muslim dokter yang berkompeten. Dari visi itu, banyak misi yang kami bentuk untuk mencapai apa yang kami cita-citakan.

Muslim dan muslimah di FK Unpad BUTUH akan sebuah oase di tengah kecamuknya urusan-urusannya di FK Unpad. Mereka butuh akan diingatkan kembali tentang mengapa mereka diciptakan, sedang apa mereka di sini, dan untuk siapa mereka ada di sini. Mereka butuh kembali diingatkan akan sebuah jalan yang lurus. Mereka butuh diwarnai dengan nilai-nilai dakwah Islam. Mereka butuh akan adanya sebuah sistem yang bisa menjaga mereka dari berbagai nilai yang berbahaya bagi diri mereka itu sendiri. Dan lebih dari itu semua, mereka butuh keluarga. Keluarga yang saling mengingatkan pada kebaikan. Karena itulah, kehadiran Asy-Syifaa’ menjadi penting dan urgent bagi kemahasiswaan di FK Unpad.

Alhamdulillah, hari ini Asy-Syifaa’ memiliki tempat tersendiri di lingkungan kemahasiswaan FK Unpad. Dengan proker-prokernya yang luar biasa banyak dan insya Allah bermanfaat, Asy-Syifaa’ terus berusaha untuk mencapai visi besar keberadaannya di FK Unpad. Ke depannya, Asy-Syifaa’ akan terus berjalan menuju arah yang lebih baik. Harapan spesifiknya untuk tahun depan, Asy-Syifaa’ memiliki struktur pergerakan yang lebih mapan, pengurus yang lebih berilmu dan berkomitmen, dan lebih dicintai lagi oleh seluruh civitas akademika FK Unpad. Hamasah!

Read More »

Sejarah singkat KAMI Asy-Syifaa' #SCORE


Keluarga Muslim Asy-Syifaa’ FK Unpad merupakan salah satu organisasi tertua di kemahasiswaan FK Unpad. Asy-Syifaa’ berdiri 5 tahun setelah berdirinya FK Unpad dengan nama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Asy-Syifaa’, tepatnya tahun 1962. Pada awalnya, DKM Asy-Syifaa’ bermarkas di Masjid Asy-Syifaa’ RSHS, namun semenjak berpindahnya lokasi pendidikan PSSK ke Jatinangor, berpindah pula pusat kegiatan utama Asy-Syifaa’ ke FK Unpad.

Sepanjang tahun, Asy-Syifaa’ telah menelurkan banyak kader yang menempati berbagai posisi strategis untuk membawa kemaslahatan. Mulai dari dekan FK Unpad sekarang, Prof. Tri Hanggoro Ahmad, jajaran pembantu dekan (dr. Gaga dan dr. Oki), sampai dokter-dokter staff di skills lab (dr. Hendro, dr. Hamda, dr. Eko, dan kawan-kawan). Memang, sejak awal, Asy-Syifaa’ memiliki misi mencetak muslim-muslim dokter untuk membawa kemaslahatan maksimal ke lingkungannya.

Sedikit cerita, mengapa Asy-Syifaa’ ingin mencetak muslim dokter, bukan dokter muslim? Hal tersebut adalah karena sejatinya setiap muslim merupakan seorang muslim sebelum menjadi apapun, sehingga ketika seorang muslim menjadi dokter, ia pun mengamalkan profesinya sesuai dengan kaidah-kaidah yang harus ditaati seorang muslim.

Asy-Syifaa’, dalam perjalanannya, mengalami sebuah pergantian nama pada tahun 2011 kemarin. Yang pada mulanya bernama DKM Asy-Syifaa’, dirubah menjadi Keluarga Muslim (KAMI) Asy-Syifaa’. Mengapa perubahan ini terjadi? Perubahan ini terjadi atas pertimbangan butuhnya ada penyelarasan fungsi organisasi dengan nama. Asy-Syifaa’ tidak bisa hanya melulu mengurusi masjid saja, namun lebih dari itu, Asy-Syifaa’ adalah pengayom dari seluruh muslim FK Unpad. Karena dasar itulah, nama DKM berubah menjadi “Keluarga Muslim Asy-Syifaa.”

Kini, Asy-Syifaa’ sudah mencapai umur yang bisa dibilang sangat matang, 50 tahun. Insya Allah, Asy-Syifaa’ akan terus berkiprah demi terwujudnya visi besarnya, yaitu mencetak pribadi muslim dokter.

Read More »

Quote of the [insert adv. of time here]

When you look back to your past is the only time you realized all your joy and passion you waste today.